oleh

Alsintan Marak Diperjual Belikan di Sultra Belum Tersentuh Penegakan Hukum

Kendari, radartenggara.co.id-

Pemerintah pusat setiap tahun menggelontorkan anggaran pengadaan alat pertanian (Alsintan) melalui aspirasi DPR reguler melalui dinas pertanian dan reguler melalui dinas perkebunan agar penghasilan para petani dapat meningkat.

Namun dibalik pengadaan itu ternyata banyak oknum yang mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Mulai dari oknum dinas terkait, kelompok tani maupun para pengurus yang berperan sebagai perantara antara dinas dan kelompok tani.

Sudah banyak yang tertangkap tangan dan mengaku telah menjual atau membeli alat-alat tersebut di Sultra, salah satu contoh yakni H.Ilyas yang diduga telah menjual alsintan merek Jondere ke Kab Konawe.

Pengakuan H.Ilyas yang beralamat di Teppo’e Kab Bombana bahwa dirinya hanya meminjamkan jonder tersebut kepada H.Ibrahim salah seorang oknum anggota DPRD Kab Konawe, begitupun keterangan yang di kutip media ini.

Melalui via telepon saat dikonfirmasi H.Ibrahim mengatakan, “Iya betul jonder miliknya H.Ilyas saya yang pakai di perusahaan Kelapa sawit, barangnya ada disini tapi saya tidak membelinya, saya hanya meminjam saja”.

Sementara perlu kita ketahui bahwa bantuan alsintan apapun yang di berikan dari pemerintah secara gratis itu hanya dapat digunakan dalam lingkup kelompok tani penerima manfaat, tidak diperbolehkan untuk dipindah tangankan, apalagi untuk menjualnya.

Selain itu masih dari H.Ilyas, Budiman yang juga beralamat di Teppo’e Kab Bombana juga diketahui menjual alsintan merek Iseki Combine/ pemotong padi juga diduga kuat telah di jual ke Mangkutana Sulawesi Selatan, Budiman mengaku kepada media ini saat di konfirmasi, bahwa bantuan alsintan miliknya telah di bawa ke Mangkutana.

Pemain Alsintan yang juga tidak mau kalah ikut menjual Alsintannya adalah Inengah yang beralamat di Desa Tampa Bulu Kab Bombana Sultra juga diketahui telah menjual 2 unit Alsintan ke Sulawesi Selatan melalui perantara diketahui berinisial AL dan AH senilai Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Hasil investigasi media ini masih banyak lagi bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) yang diketahui telah diperjualbelikan, termasuk puluhan unit di Kabupaten Konawe sudah banyak yang di perjual belikan yang melibatkan banyak oknum.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kab Bombana saat di konfirmasi terkait banyaknya dugaan Alsintan yang diperjual belikan di wilayah tugasnya khususnya di Kab Bombana seakan acuh dan tidak tau apa-apa.

“Saya tidak tau itu pak kalau ada penjualan Alsintan di wilayah Bombana, nanti saya sampaikan dulu kepada Kadisku supaya kita sama sama turun ke lokasi,” pungkasnya.

Atas dugaan ini tegas diminta kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan yang terkait agar menindaklanjuti persoalan ini.

TIM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed