oleh

Bersama Warga Konda, Sejumlah Aktivis Lakukan Aksi Blokade Jalan

-BERITA-47 views

Konsel – radartenggara.co.id

Konsorsium Aktivis Bersama warga Konda lakukan aksi blokade jalan utama lintas Kendari-Konsel. Aktivis yang ikut bergabung dengan warga Konda yakni Konsorsium Pemuda Reformasi (KPR), Aktivis Pemuda Konda, Ormas Tawon, dan Komunitas Konsel Muda Milenial (K2M2). Jumat (8/10/2021).

Pemicu aksi blokade akibat Kerusakan jalan yang ada di kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang sering menyebabkan kecelakaan dan banyaknya debu membuat warga sekitar geram dan menyebabkan pemblokiran jalan secara total.

Dari pantauan media ini, aksi blokade jalan tersebut membuat terjadinya kemacetan panjang di lokasi, tepatnya di Desa Ambololi, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sandro, sapaan akrab dari Ormas Tawon Distrik Konda mengatakan dukungannya atas pemblokadean jalan tersebut.

“Saya sangat mendukung aksi demo gabungan ini. Untuk itu kepada pihak pemerintah atau instansi terkait agar segera melakukan perbaikan jalan yang rusak. Apalagi ini merupakan jalan provinsi,” ucap Sandro.

Hal senada juga disampaikan oleh beberapa warga saat ditemui oleh media ini, mereka mengungkapkan kekesalannya akibat banyaknya debu yang selalu mengotori rumah mereka. Selain mengotori rumah bisa juga mengganggu kesehatan, akibat banyaknya kendaraan truk yang melintas.

Di tempat yang sama Ketua Umum Komunitas Konsel Muda Milenial (K2M2) Isma mengatakan bahwa, harusnya ini menjadi perhatian khusus oleh Gubernur Sultra, untuk segera melakukan percepatan perbaikan jalan rusak yang menyebabkan seringkali terjadi kecelakaan.

“Saya sebagai putri daerah sekaligus mewakili warga Ambololi sangat menyayangkan lambatnya kinerja dinas terkait,” ungkap Isma

Lanjut Isma, untuk apa menghabiskan puluhan miliar uang negara membangun jalan lintas Toronipa, sementara jalan lintas provinsi dan kepulauan terkesan disepelekan, saya menilai bapak Ali Mazi SH, tidak serius membangun infrastruktur Sultra, terbukti dengan banyaknya jalan rusak bahkan rusak parah dibeberapa Kabupaten. Ini sangat menghambat peningkatan ekonomi di Sultra.

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum K2M2 Isma juga meminta maaf kepada pengguna jalan karena tergganggu dengan adanya aksi blokade jalan ini.

Dalam orasinya Arpin juga selaku Kordinator lapangan KPR menegaskan bahwa, pemblokadean jalan lintas Kendari-Konsel akan dilakukan 1×24 jam apabila tidak ada respon dari pemerintah.

Atas dasar tersebut masih Arpin menuntut pihak perusahaan yang memuat Suflit dan batu gajah dan lainnya agar menghentikan aktivitasnya, karena diduga melanggar Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan.

Selain pertanyakan kejelasan izin pinjam pakai jalan, Arpin juga mendesak Pemda Konsel untuk segera turun ke lapangan dan menindaklanjuti tuntutan aksi.

“Apabila tuntutan kami tidak di tanggapi dengan cepat, maka aksi blokade jalan ini akan dilakukan kembali secara besar-besaran,” tegas Arpin.

Laporan FM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed