oleh

Bobroknya Pengelolaan Dana Bumdes, Penegak Hukum Diminta Audit Ketua Bumdes di Koltim

-HUKUM-390 views

Kolaka Timur- radartenggara.co.id

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mendorong agar pemanfaatan dana desa di prioritaskan untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau tambahan modal kerja kepada masyarakat.

Hal itu dapat terjadi, namun cara pengelolaannya tidak seperti yang kita pikirkan untuk berjalan dengan mulus khususnya di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Carut marutnya pengelolaan dana Bumdes di Kabupaten Kolaka Timur, DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) meminta kepada penegak hukum untuk mengaudit para pengelola Bumdes khususnya di Kabupaten Kolaka Timur.

Gubernur LIRA Karmin” mengataka kepada media ini” Dugaan penyelewengan dana Bumdes di Koltim, harus segera di audit oleh BPK Prov Sultra karena selama ini, beberapa institusi tim audit keuangan Negara yang telah memeriksa penggunaan dana desa namun pemeriksaan kepada pengelola Bundes terkesan di langkahi.

Ada beberapa contoh dari hasil kunjungan tim LIRA, bersama radartenggara di Kecamatan Tinondo dan Kecamatan Uluiwoi pada 5/4/2021 yakni di desa Lamunde, pengelolaan dana Bundes di koordinir oleh Junaidi sebagai ketua Bundes pada tahun 2016 sebanyak Rp.50.000.000, tahun 2018 Rp.60.000.000, tahun 2019 Rp.50.000.000, tahun 2020 Rp.50.000.000, jumlah seluruhnya Rp.2.10.000.000 untuk pembelian pupuk dan obat obatan pertanian (Saprodi) dan alat penyulingan nilam.

Desa Ameroro, di alokasikan penyertaan modal Bundes mulai tahun 2016 sebanyak Rp.327.000.000, dengan rincian, Rp. 50.000.000 di kelolah oleh Hidayat selaku ketua lama. Kemudian Rp. 277.000.000 di kelolah oleh pengurus baru (Tamrin) pada tahun 2019. Dari anggaran tersebut telah di belikan mobil Hilux sebesar Rp.140.000.000 dan selebihnya di gunakan untuk simpan pinjam kepada masyarakat.

Didesa Weamo penyertaan modal Bundes mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 sebesar Rp.20.2.000.000 (dua ratus, dua juta rupiah yang di kelolah oleh Darwis selaku ketua Bumdes dan di gunakan untuk pembelian mesin lampu, KWH listrik dan pembelian sapi. Kades Weamo (Kartini) saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa sapi itu sudah di jual dan yang tersisa tinggal 2 ekor kemudian dananya kami belikan mobil truk” jelas Kartini.

Selain itu, desa yang sempat di kunjungi, termasuk desa Undolo, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur, menurut Kepala Desa yang di konfirmasi” mengatakan” benar kami telah mengelola dana Bundes senilai Rp.59.000.000 untuk simpan pinjam oleh masyarakat” Pungkasnya. Hal itu dinilai anggaran tersebut sudah mati suri, red.

Dari hasil pantauan media ini” anggaran Bumdes di Kolaka Timur tidak berjalan evektif, melainkan dinilai sebagian besar diduga telah di salahgunakan oleh oknum pengurus Bumdes, dan bahkan terindikasi banyak yang di mainkan oleh oknum Kepala Desa sendiri, oleh karena itu, penegak hukum khususnya BPKP di minta agar segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan uang Negara” Red” (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed