oleh

BP2MI Sosialisasi UU Perlindungan Pekerja Migran di Sultra

-BERITA, DAERAH-54 views

Kendari, radartenggara.co.id-

Gubernur Sultra H Ali Mazi, SH membuka sosialisasi dan implementasi UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia bertempat di Claro Hotel Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (15/4/2021).

Rapat koordinasi terbatas ini dihadiri oleh kedua pejabat tinggi di Sulawesi Tenggara yaitu H Ali Mazi, SH dan dan Benny Rhamdani selaku Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) beserta para Bupati, Walikota, Komisi IX DPR RI, Dirjen Protokoler dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian ketenagakerjaan, Distransnaker Prov Sultra, YLPK Yumeina Celebes, dan Unsur Muspida lainnya.

Gubernur dan Kepala Badan BP2MI berkomitmen untuk memfasilitasi dan melindungi para pekerja imigran Indonesia agar pekerja imigran Indonesia khususnya dari Sulawesi Tenggara yang dikirim ke luar negeri seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Jepang dapat memiliki kemampuan dalam berbagai hal dan memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai termasuk bahasa Negara yang akan di kunjungi.

Melalui sambutannya Gubernur Sultra mengatakan, “Pekerja migran patut didukung oleh pemerintah khususnya dalam perlindungan hukum, dan ekonomi kepada keluarga pekerja migran. Banyak saudara kita yang bekerja di luar Negeri dan kita semua berkewajiban untuk melindunginya. Pekerjaan Migrasi Indonesia (PMI) Sultra dalam 4 Tahun terakhir ini ada sekitar 120 orang”.

“Untuk mendukung perlindungan hukum dan ekonomi pekerja migran, Pemprov akan menerbitkan perda dan tahun depan sudah dapat direalisasikan APBD nya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Sultra juga meminta adanya keterpaduan dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan melalui peningkatan koordinasi dan sosialisasi perlindungan pekerja migran Indonesia. Dari sisi kelembagaan keberadaan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sangat diharapkan untuk memudahkan proses pelayanan penempatan perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam sambutannya menyebutkan bahwa, PMI tercatat ada 760 jenazah, dan yang sakit sebanyak 650 orang dari Indonesia, sementara Sultra ada 7 orang yang telah meninggal dunia.

Benny menegaskan bahwa PMI harus di dukung untuk memilih Negara tujuan yang lebih memadai penghasilannya, misalnya yang dulunya bekerja di Malaysia atau di Arab Saudi yang gajinya lebih kecil, maka kita orientasinya ke Negara yang gajinya lebih tinggi seperti di Korea 20-27 Juta, Taiwan 17-20 Juta.

Laporan Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed