oleh

Di Sultra Dua Perusahaan Tambang Ore Nickel Diduga Telah Melakukan Ilegal Mining

-BERITA, HUKUM-73 views

Konawe Utara, radartenggara.co.id- Sebanyak dua perusahaan tambang Ore- Nickel yang beroperasi di blok Marombo dan blok Matarappe, Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sorotan dari berbagai kalangan,
mulai dari LSM, Media, Legislatif dan Pemerintah Pusat.

Kedua perusahaan tersebut yakni PT. Putra Uloe dan PT. Bone Sulawesi Prima yang diduga telah melakukan Ilegal Mining karena berdasarkan hasil investigasi dilapangan diketahui tidak terdaftar di Kementerian ESDM dan juga tanpa memiliki IPPKH sementara perusahaan tersebut diduga telah melakukan perambahan hutan produksi.

Narasumber yang melihat langsung kegiatan di lokasi inisial (M) mengatakan, “Putra Uloe yang saya ketahui dia itu menambang di lahan koridor, dia sudah pengapalan sebanyak 2 kali, namun pada tanggal 27/12 ada anggota polisi yang masuk menangkap di lokasi penambangan PT. Putra Uloe, turut diamankan 3 alat berat jenis exavator dan 3 orang operator, kemudian esok harinya saya melihat alat berat itu sudah berada di Polsek”.

Setelah diturunkan berita ini manajemen PT. Putra Uloe belum merespon panggilan via telepon dari pihak media.

Sementara Kasat Reskrim Konawe Utara (Rahman Sam Sam) saat dihubungi melalui via telepon mengatakan,”Saya belum tau adanya penahanan itu pak, karena saya baru pulang dari luar daerah”.

“Tanggal 30/12/2021 ada lagi Petugas Kepolisian yang menyisir di blok Desa Pariama, 2 alat berat exavator di ketahui diberi police line sekitar jam 15.00 namun setelah sekitar jam 2 subuh diketahui alat tersebut police line nya sudah terbuka, belum diketahui lebih jelas alat tersebut apakah diamankan ke Polres atau dilepas karena yang menambang disana juga ada oknum/baju coklat yang mendalami, kesimpulannya nanti public yang menganalisa,”jelas sumber.

**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed