oleh

DPD-LIRA Konawe Resmi Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Covid-19 Kab Konawe Utara di KPK

-BERITA-89 views

Konawe- radartenggara.co.i

Korupsi merupakan kejahatan yang secara perlahan membunuh rakyat, begitu komandang SATRIADIN selaku Bupati LIRA Konawe di depan kantor gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI pada Rabu (30/3/2022),

Bupati Lumbung Informasi Rakyat ini, menyampaikan pula dalam orasinya bahwa kedatangan mereka di depan gedung kantor KPK RI adalah bentuk komitmen dalam pemberantasan korupsi di Sulawesi Tenggara khusunya Kabupaten Konawe Utara.

Dimana pada tahun 2020 Konawe Utara mendapat kucuran dana penanganan Covid-19 sebesar Rp. 56 milliyar lebih tetapi di duga selisih 18 millyar lebih yang tidak bisa di pertanggungjawabkan oleh Pemda Kab Konawe Utara.

Aksi ini merupakan aksi jilid ke- III yang dimana pada aksi sebelumnya tidak ada tanggapan dari kejaksaan negeri Konawe dan laporan mereka pun mandeg di meja kejaksaan negeri Kabupaten Konawe.

“Lanjut Satriadin, dirinya berharap agar dugaan kasus tindak pidana korupsi Konawe Utara di tangani dengan serius oleh KPK-RI,,karena KPK-RI Adalah satu-satunya lembaga yang masih memiliki kepercayaan oleh masyarakat dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi yang menyengsarakan rakyat “ungkapnya.

Dalam kesempatan itu pula Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kab Konawe, Satriadin Gopal resmi melaporkan dugaan kasus tindak pidana korupsi Kabupaten Konawe Utara tahun anggaran 2020, yang dimana ketua gugus Covid-19 adalah BPK Ruksamin selaku Bupati Kab Konawe Utara.

Kami akan terus mengawal kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, sampai KPK-RI menetapkan tersangka ruksamin selaku Bupati Konawe Utara yang juga selaku ketua gugus Covid-19.

Dan apabila KPK-RI tidak serius menangani kasus ini, maka kami dari DPD LIRA Konawe akan turun kembali dalam jumlah yang lebih banyak untuk mempresure kasus tersebut. tegas Satriadin yang akrab di sapa Gopal.

Laporan Nasir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed