oleh

Hj.Sitti Saleha: Teruskan Perjuangan RA Kartini Menjunjung Tinggi Kesetaraan dan Emansipasi.

-BERITA, DAERAH-44 views

Kendari, Radartenggara.co.Id

Memperingati Hari Kartini Rabu, 21 April 2021 adalah bentuk penghargaan tertinggi suatu bangsa terhadap perjuangan R.A Kartini yang dikenal dengan emansipasi wanita. emansipasi wanita adalah proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju.

Salah satu wanita hebat di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sukses meraih karirnya yakni ibu Hj.Sitti Saleha, S.E.,M.Si yang merupakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hj.Sitti Saleha, S.E.,M.Si

Wanita kelahiran Jepara, 21 April 1897 yang juga mantan Pj Bupati Bombana ini mengatakan sangat bangga dengan sosok R.A Kartini, melalui sekretarisnya Ir. Sapoan, M.Si. saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra). Selasa (20/04/2021).

Menurutnya, kita wajib bersyukur dan mengapresiasi atas perjuangan Pahlawan R.A Kartini. Karena atas perjuangan ibu Kartini dan cita-cita ibu Kartini untuk wanita, sehingga wanita-wanita dizaman sekarang menjadi pribadi yang kuat, hebat dan berprestasi baik dari segi kebijakan maupun yang lain.

“Kita bersyukur, karena pimpinan kita merupakan seorang wanita, beliau wanita yang hebat di daerah ini. Dalam rangka mewujudkan cita-cita wanita yang lain kita membina industri dan perdagangan,” papar sekretarisnya Ir. Sapoan, M.Si.

Masih kata Ir. Sapoan, “Jadi kita di sini melakukan pembinaan khusus kepada pengrajin-pengrajin wanita, pemberdayaan wanita dan pedagang wanita yang bergerak di sektor perdagangan. Selain itu kita juga perhatikan masalah gender, karena itu merupakan suatu kebijakan”.

Ia juga menyampaikan bahwa kita tetap berupaya agar bisa mensetarakan kebijakan yang sifatnya gender yang bergerak di bidang industri dan perdagangan, sehingga peran wanita dalam pembangunan setara dengan pria.

Industri tenun, hampir 99 persen dikerjakan oleh wanita dan itu hampir di seluruh Sultra ini. Begitupun dengan pedagang kebanyakan wanita, itulah yang menjadi obyek binaan kita. Kita terus mendorong kolaborasi dengan kementerian dan para pengrajin di daerah agar tenun lokal bisa terus eksis, tenun Sultra sudah dikenal sampai luar negeri, memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi daerah dan menjadi identitas kebanggaan Sultra semua dilakukan untuk memajukan industri tenun dan kerajinan lokal Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Jadi binaan kita itu difasilitasi, baik barang ataupun teknologi dan tiap tahun kita koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan untuk melihat apa yang ada kaitannya dengan perempuan,” tandasnya.

“Mudah-mudahan binaan kami selain diberdayakan, bisa juga memberdayakan kaum perempuan, jadi di sini ada kesetaraan gender,” tutupnya.

Laporan Tim
Editor Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed