oleh

Kontrak Kerjasama Antara Kudir PT.TMP dan Kudir CV.KBN. Dirut CV.KBN Merasa Dirugikan Akibat Aliran Dana Sepihak.

-HUKUM-25 views

Kendari- radartenggara.co.id

Berbicara bisnis di sektor pertambangan ternyata tidak semuanya berjalan mulus, apalagi bagi usahawan  yang baru memasuki teras tambang yang tentunya berpikiran suatu bisnis yang menjajikan ke untungan besar sebab bukan lagi berbicara Rupiah tetapi berbicara Dolar.

Hal ini di alami oleh Direktur utama CV Karya Bumi Nusantara (KBN) Aswanto di mana kuasa direkturnya Abdul Nasser melakukan kerjasama sebagai kontraktor mining dalam pekerjaan ore Nickel kepada kuasa Direktur PT. Tetap Merah Putih (TMP) Misbah selaku pemegang SPK dari pemilik IUP PT.Sumber Bumi Putera (SBP)

Dalam perjanjian kontrak kerjasama tersebut telah terjadi kesepakatan antara Kuasa direkturnya Abdul Nasser dengan Misbah selaku kuasa Direktur PT.TMP,  dimana dalam adendum Kontrak kerjasama telah di sepakati membuka rekening bersama, namun fakta yang terjadi pada saat pencairan dana hanya di lakukan sepihak, sebagaimana yang di sampaikan Aswan saat di temui media ini (Sabtu 9 Oktober 2021).


” Saya tidak menyangka kalau pak Misbah menyalahi kesepakatan yang telah di buat dalam perjanjian kerjasama di mana dalam addendum kerjasama tersebut akan membuka rekening bersama dan tidak tercairkan bila hanya sepihak yang melakukan pencairan, namun faktanya saat pencairan 50 % dari hasil penjualan sepersen pun tidak ada yang masuk di rekening perusahaan kami, sehingga saya benar benar merasa sangat di rugikan, olehnya itu dengan kejadian ini saya langsung mengadukan ke Pihak Polda “jelas Aswanto.

Setelah mendapatkan keterangan yang di sampaikan Aswanto selaku Direktur Utama CV.SBM, di hari yang bersamaan awak media sempat bertemu Misbah di kediaman seputaran Andounuhu, dan  langsung di mintai tanggapan atas pernyataan Aswanto Direktur utama CV.KBN.
“Mereka ini belum selesai pekerjaan sudah laporkan saya di Polda, dan terkait rekening apa haknya mereka di situ ? saya panggil mereka untuk kerja sama, apa dasarnya mau menuntut, terakhir saya akan lapor balik, dan ada hitung hitungannya, sekarang ini ada tiga ratus lima puluh juta yang akan mau di bayarkan”

“Atas aduannya mereka di Polda untung hubungan saya di dalam bagus semua sehingga kapal tidak terjadi Demorid “saya amankan syahbandar, Reskrim cepat,” imbuhnya.

” Bicara rekening bersama, tidak mungkin masuk di rekening perusahaannya, belum lagi pengambilannya uang sama German Sero satu Miliar yang saya tidak tau penggunaannya, terus saya tidak kembalikan uangnya apakah mereka bisa tanggung jawab ke amanannya di Jety, karena kita tau German orangnya Syahbandar, jangan sampai kapal Demorid, makanya saya inginkan datang ke rumah sini kita hitung hitungan, berapa pengeluaran yang di lakukan, terus terang ini saja masih ada yang belum terbayarkan dari sisa pengeluaran yang tiga ratus limah puluh juta dua puluh satu ribu rupiah, adapun mereka yang mengeluarkan uang saat pekerjaan di laksanakan itu hampir semua tidak benar, jadi harapan saya, Aswanto datang di rumah, bawah dia punya data, tetapi bila besok sampai Jam 12 siang (hari ini) tidak datang maka saya akan melapor di Polda Pengembalian nama baik” tutupnya. TIM.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed