oleh

Modus Bisa Menggandakan Uang, Pria Paruh Baya di Ringkus Polisi

-BERITA, HUKUM-99 views

Kendari, radar tenggara.co.id-

Pria paruh baya berinisial S (50 tahun) asal Desa Arongo Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Sultra) ditangkap oleh Tim Reserse Kriminal Umum Polda Sultra.

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol.Fery Walintukan, mengatakan pelaku ditangkap karena telah menipu belasan orang dan mengaku sebagai dukun dan bisa menggandakan uang.

“Pelaku menjalankan aksinya sejak 2016 lalu, korbannya ada 14 orang, sebagian korban, sudah di periksa dengan kerugian di taksir hingga Rp 237 juta lebih, dan sisanya masih di lakukan pengembangan penyidikan,” ujar Bambang dalam konfrensi pers di Loby Ditreskrimum Polda Sultra, Kamis 9/9/2021.

Lanjut menjelaskan, modus tersangka dengan cara mengelabui para korban mengaku mempunyai kemampuan menggandakan uang, dengan cara melakukan ritual di tengah sawah, kemudian pelaku meminta sejumlah uang kepada para korban, untuk di gandakan berkali lipat.

Setelah pelaku menerima uang dari korban, tersangka kemudian melakukan aksi ritualnya.

Tersangka melakukan ritual dengan cara menimbun uang tersebut, dan memberitahu kepada korban agar tidak menggali uang itu tanpa seizin dari tersangka, sebab kalau para korban membukanya, maka uang tersebut akan berubah menjadi uang palsu.

Karena sebagian korban sudah tidak sabar karena uang tersebut ditimbun telah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan salah satu dari korban ada yang membuka uang tersebut, ternyata benar, uang yang ditimbun tersangka adalah uang palsu.

Setelah pelaku di konfirmasi oleh para korbannya, tersangka berdalih bahwa uang yang ditimbun itu berubah menjadi uang palsu karena dibuka tanpa melalui izin tersangka, kemudian tersangka menawarkan kembali untuk melakukan ritual ulang, namun terungkap bahwa uang yang ditimbun tersangka, memang uang palsu yang dicetak sendiri oleh tersangka. Sedangkan uang asli dari para korban diambil oleh tersangka.

“Adapun Barang bukti yang diamankan berupa perlengkapan untuk melakukan ritual, seperti sesajen, kain kafan, pisang satu sisir untuk tempat menancapkan dupa, serta uang palsu pecahan Rp.100.000 sebanyak 1.002 lembar, serta barang bukti berupa alat print,” jelasnya.

Pengakuan tersangka, melakukan hal tersebut karena terinspirasi Kanjeng Dimas, dan desakan ekonomi, dimana di ketahui tersangka mempunyai 4 orang isteri.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka sudah di amankan di sel tahanan Polda Sultra, untuk proses penyidikan selanjutnya, dan tersangka di jerat Pasal 36 ayat 1 dan 2 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.serta pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun.

Laporan Lias

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed