oleh

Oknum Sekcam di Konsel Diduga Membeck Up Tambang Ilegal Mining

-BERITA, HUKUM-1.267 views

Konawe Selatan, radartenggara.co.id- Kekerasan kembali terjadi terhadap (Boys) Wartawan media radartenggara co.id yang melaksanakan tugasnya sebagai Jurnalistik dilapangan.

Kronologis berawal saat pimpinan redaksi media ini, meminta tanggapan kepada salah seorang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk kepentingan pemberitaan yang diketahui bernama Betsar, terkait adanya dugaan penambangan ore nickel ilegal di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan yang diketahui dilakukan oleh PT. Enam Sembilan, namun anggota LSM tersebut (Betsar) enggan memberikan komentar yang notabenenya mungkin sudah berpihak kepada penambang.

Betsar malah langsung melaporkan hal itu kepada oknum Sekcam Tinanggea yang diketahui sebagai pembeck up penambangan PT Enam Sembilan tersebut. Berselang sekitar 1 jam kemudian terjadi pemukulan kepada (Boys) wartawan media ini yang dilakukan secara bersama sama oleh Noerwan S.Sos (oknum Sekcam) dan Dirham. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah keluarga korban Desa Ngapaha, Kec Tinanggea, Kab Konawe Selatan, Sultra.

Atas kejadian itu korban langsung melaporkan kedua pelaku ke Polsek Tinanggea pada Jum’at malam 26/11/2021.

Kedua pelaku dilaporkan dengan menerapkan Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan, 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 18 ayat 1 UU Pers Nomor 40 tahun 1999, tentang tindakan yang menghambat atau menghalang halangi tugas jurnalistik.

Kapolsek Tinanggea Iptu La Ajima yang dikonfirmasi usai pelaporan mengatakan, “Iya kami telah menerima laporan korban penganiayaan dan kami akan proses sesuai hukum yang berlaku ” jelasnya.

Sekertaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI Sultra, Agus Salim Patunru, menyayangkan adanya kejadian tersebut. Sebab kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

Dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 4 ayat (3) disebutkan bahwa: untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

“Saya berharap kepada pihak Kepolisian Polda Sultra agar memproses pelaku, dan menerapkan pasal dan undang- undang yang sesuai dengan tuntutan korban” tutupnya.

Laporan tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed