oleh

Pekerjaan Sumur Bor Diduga Gagal Konstruksi

-BERITA, DAERAH-114 views

Konawe, radartenggara.co.id- Pekerjaan Sumur Bor yang terletak di Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe (Sultra) anggaran tahun 2020 melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Cipta Karya (SDA) Kab Konawe sampai saat ini terbengkalai dan tidak bisa digunakan oleh masyarakat Labela.

Salah satu warga Desa Labela yang tidak ingin disebutkan jati dirinya mengatakan bahwa, sejak sumur bor ini dikerjakan airnya belum pernah di manfaatkan oleh masyarakat Labela, karena mesin pompanya tidak mampu menarik air naik ke tower, bahkan pipa air menuju ke rumah masyarakat tidak ada, yang ada hanya kran air sebanyak tiga titik yang terpasang di sekitar sumur bor tersebut, karena tidak adanya perhatian dari dinas terkait dalam hal ini PU Bidang Cipta Karya (SDA) Kabupaten Konawe (Sultra) sehingga mesin pompa sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Kades Labela Damadi.S, saat di konfirmasi di kediamannya pada Selasa (14/9/2021) membenarkan bahwa pekerjaan sumur bor yang berada di wilayahnya di kerjakan sejak tahun 2020, menurutnya dana yang di gunakan untuk pekerjaan tower air tersebut dari dana aspirasi salah satu anggota DPR di Kabupaten Konawe (Sultra) anggarannya melekat di dinas PU Bidang Cipta Karya (SDA) Konawe, dan dikerjakan oleh pihak rekanan.

“Sebagai pemerintah di desa sejak di mulainya pekerjaan tersebut, telah berupaya agar pekerjaan sumur bor tersebut di kerjakan dengan baik supaya dapat di manfaatkan oleh masyarakat dan saya selaku (Kades Labela) sudah menyampaikan kepada pemborongnya dan mengakui akan memperbaiki tapi hingga saat ini juga tidak di laksanakan, salah satu contoh mereka sudah menggali untuk pemasangan pipa, namun sampai hari ini pipanya tidak terpasang dan itu pipa air sudah tidak ada di tempatnya,”tutur Damadi.S.

Lanjut mengatakan,”Apa yang di sampaikan oleh masyarakat, sudah itulah yang benar, sesuai fakta di lapangan, selaku Kades tidak mengetahui anggarannya berapa, pemasangan perpipaanya untuk di bagikan di masyarakat berapa meter, karena tidak adanya koordinasi dari pihak rekanan kepada pemerintah desa inilah hasilnya pekerjaan sumur bor di desa Labela mubasir.

Meminta kepada Dinas PU Bidang Cipta Karya (SDA) Kabupaten Konawe untuk menindak lanjuti permasalahan ini, dan kepada anggota DPR Konawe utamanya yang telah menggelontorkan dana aspirasinya di desa Labela, kalau pekerjaan sumur bor ini tidak di sikapi, maka sia-sia saja dana aspirasi ini karena tidak bisa di manfaatkan oleh masyarakat desa.

Sampai berita ini di publikasikan dinas terkait maupun pihak rekanan belum dapat di konfirmasi terkait hal ini, untuk di mintai tanggapannya tentang pekerjaan sumur bor yang di duga gagal kontruksi, hingga sampai sekarang ini tidak ada asas manfaatnya untuk warga Desa Labela.

Laporan Lias

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed