oleh

Pemda Koltim Laksanakan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Bagi Kelompok Umur 6-11 Tahun

-BERITA, DAERAH-49 views

Koltim, radartenggara.co.id- Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Kolaka Timur, Ir H Sulwan Aboenawas.,M.Si, membuka rapat koordinasi dan sosialisasi vaksinasi Covid- 19 bagi kelompok umur 6-11tahun, bertempat di aula Pemda Kolaka Timur pada Jumat 21/1/2022.

Turut hadiri dalam acara tersebut penjabat lingkup pemerintahan Kolaka Timur, Kapolres Kolaka Syaiful Mustofa, Dandim 14/12 Kolaka, Ketua DPR, Kepala Puskesmas se-Koltim, para kepala sekolah se-Kabupaten Kolaka Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Koltim Ir H Sulwan Aboenawas.,M.Si, menyampaikan pandemi Covid-19 sudah memasuki tahun ketiga, dimana saat ini tercatat jumlah kasus baru mulai menanjak.

“Perkiraan Kemenkes kita
masih akan menghadapi lagi lonjakan kasus yang cukup tinggi seperti tahun lalu, ini akibat merebaknya varian baru Omicron yang lebih menular dari varian sebelumnya, diperkirakan bulan Februari dan Maret kemungkinan dapat mencapai 50-70 ribu kasus per hari. Sehingga kita patut waspada namun jangan panik,” papar PJ Bupati Koltim tersebut.

Masih lanjutnya, “Insyaallah dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi semua kelompok mudah-mudahan perkiraan lonjakan tersebut tidak terjadi. Ataupun jika terjadi harapnya tingkat mortalitas tidak sebanyak tahun lalu, ini adalah salah satu strategi dari pemerintah selanjutnya untuk menghadapi kondisi tersebut adalah dengan memperluas sasaran vaksinasi yaitu pada kelompok umur 6-11 tahun (usia sekolah dasar) dan melaksanakan pemberian dosis ke-3 (Booster) bagi masyarakat yang sudah mendapatkan 2 dosis lengkap lebih dari 6 bulan”.

Menurut Ir H Sulwan Aboenawas M.Si, selaku PJ Bupati Koltim pertemuan hari ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mensosialisasikan sekaligus merancang strategi pelaksanaan vaksinasi khususnya bagi kelompok umur 6-11 tahun agar mencapai cakupan semaksimal mungkin.

Imunisasi pada dasarnya adalah memberikan kekebalan secara buatan untuk menghadapi penyakit tertentu. Vaksinasi pada dasarnya telah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu. Sejarah mencatat vaksinasi cukup banyak menyelamatkan jatuhnya korban jiwa akibat wabah penyakit menular. Vaksin dikenal secara medis pertama kali oleh Edward Jenner yang berhasil menemukan vaksin penyakit cacar yang mewabah sekitar abad ke-17 kemudian menyusul vaksin-vaksin lain seperti vaksin campak, polio, difteri, pertusis, tetanus dan lainnya yang hingga saat ini menjadi program imunisasi rutin. Tidak terkecuali saat ini.

Dengan diberikannya vaksinasi Covid-19 pada dasarnya sama dengan vaksin-vaksin lainnya. Ini adalah bentuk upaya untuk mencegah wabah meluas dan mengurangi dampak dari penyakit menular tersebut. Ini adalah salah satu bentuk upaya untuk mencegah wabah meluas dan mengurangi dampak dari penyakit menular tersebut. Memang setelah vaksinasi bukan berarti tidak dapat tertular, akan tetapi jika kuman masuk maka tubuh akan merespon sehingga outputnya adalah tidak ada gejala ataupun gejala ringan saja sehingga tidak membutuhkan perawatan oleh karena itu kombinasi yang paling baik dalam menghadapi wabah Covid-19 adalah dengan mematuhi protokol kesehatan 5M dan percepatan vaksin.

Pemberian vaksinasi kepada kelompok umur 6-11 tahun telah melalui uji klinis yang cukup, dimana vaksin yang digunakan adalah jenis SINOVAC dan diperoleh hasil efektivitas vaksin sekitar 96,15 angka ini jauh melebihi efektivitas pada usia dewasa yaitu 65%.

Kemudian derajat efek pasca imunisasi berada pada level ringan dan sedang saja. Oleh karena itu, berdasarkan hasil uji klinis tersebut badan POM telah mengeluarkan rekomendasi dan diperkuat dengan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 Tanggal 13 Desember 2021 sebagai dasar pelaksanaannya.

Sejak dikeluarkannya Kepmenkes tersebut maka tanggal 14 Desember 2021 secara resmi telah dilaksanakan vaksinasi di sekolah-sekolah dasar di beberapa daerah, memang tidak dapat dipungkiri sebagai orang tua ada yang merasa khawatir oleh karena itu perlu diberikan edukasi yang baik dan terus menerus oleh pihak-pihak terkait khususnya dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidik tentang pentingnya vaksinasi. Hal ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam rangka pembelajaran tatap muka karena output belajar-mengajar secara tatap muka adalah lebih baik dibandingkan pembelajaran secara daring (online).

*Karnito*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed