oleh

Pemilik Lahan Sagu di Desa Lelewawo Minta PT Kasmar Tiar Raya Bayar Kompensasi

-BERITA, HUKUM-38 views

Kolaka Utara, radartenggara.co.id-

Masifnya aktivitas pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara, berdampak buruk terhadap lahan sagu yang ada di Desa Lelewawo, Kec Batuputih, Kab. Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pasalnya, aktivitas IUP PT.Kasmar Tiar Raya ini mendapat kecaman dari puluhan pemilik lahan sagu di Desa Lelewawo. Hal itu dikarenakan lahan sagu miliknya, tercemari lumpur setinggi 1 meter.

Bahri (50) salah satu pemilik lahan sagu di Desa Lelewawo mengatakan kepada media ini, “Bahwa tanah lumpur setinggi 1 meter mendiami lahan sagu seluas kurang lebih 5 hektar yang mengakibatkan banyak pohon sagu yang mati”.

Untuk itu, PT Kasmar Tiar Raya diminta segera bertanggungjawab untuk membayar biaya kompensasi kerusakan lahan milik masyarakat disini, menurut warga PT Kasmar Tiar Raya enggan membayar kompensasi kepada warga masyarakat pemilik lahan.

“Biaya kompensasi yang kita minta
sebesar 1 (satu) dollar milter per ton, atau turun Rp.5000 (lima ribu rupiah) per milter pertonnya tiap pengapalan,”ujar warga ketika dimintai keterangan, Sabtu (5/6/21).

Untuk diketahui lokasi yang terkena dampak di dusun IV, Desa Lelewawo perbatasan Desa Mosiku. Kalau di kalkulasi secara keseluruhan sekitar 10 hektar lebih yang terkena dampak sampai di sungai.

Menurut warga apabila permintaan mereka tidak dipenuhi oleh PT Kasmar Tiar Raya, maka warga akan menurunkan aksi dan meminta ke DPRD untuk menutup kegiatan PT Kasmar Tiar Raya yang merusak pohon sagu warga.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak PT Kasmar Tiar Raya.

Laporan : Sainuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed