oleh

Sekda LIRA Koltim Menghimbau Masyarakat Tidak Konsumsi Kemasan Air Minum merek “Hajira”

-BERITA, DAERAH-245 views

Koltim, radartenggara.co.id- Ada puluhan dos air minum kemasan gelas merk “Hajira” yang berlumut atau sangat tidak layak dikonsumsi yang telah beredar di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).

Hal tersebut ditemukan oleh Asosiasi Wartawan Kolaka Timur ( AWK ) dari beberapa media yang tergabung di dalamnya, pada saat membeli kemasan gelas air tersebut untuk acara berbuka puasa, di kios/ warung pute mata, Kamis, 14/4/2022.

Kemasan air minum merek “Hajira” dalam bentuk kemasan gelas yang ditemukan di duga tidak higienis. Pasalnya dalam kemasan gelas itu terdapat bercak hitam seperti lumut yang akan berdampak buruk bagi kesehatan. 

Kemudian AWK mengklarifikasi kepada pemilik depot melalui via telepon yang tertera di kemasan Air Minum Hajira, terkonfirmasi pemilik air yang berlumut tidak layak konsumsi itu beralamatkan di Kabupaten Kolaka Utara, Pemilik inisal SK.

Adapun penjelasan SK melalui via telepon, ia mengaku ada ratusan dos kemasan gelas miliknya yang tersalur di daerah Kabupaten Kalaka, Kolut dan Koltim, dan sudah sering di komplen terkait air minum merk hajira yang tidak layak dikonsumsi alias berlumut itu. ia juga mengakui kalau itu adalah kesalahan perusahaan dan karyawan nya.

“Ia ada 200 dos kemasan gelas merek Hajirah yang tersalur di beberapa daerah yaitu Kolaka Utara, Kolaka dan Kolaka Timur. Memang saya sudah sering menerima aduan konsumen dengan adanya kotoran dalam gelas air kemasan , tapi kami tetap bertanggung jawab, kami akan ganti dalam bentuk kemasan atau uang kembali sesuai harga pemesanan awal pada saat mengorder, namanya manusia biasa pasti ada kesalahan, dan itu murni kesalahan perusahaan dan karyawan,” kata SK dalam sambungan Telepon.

Menurut SK, untuk Kolaka Timur itu ada perwakilan Distributor atau Agen tempat penampungan (gudang) yang dikirim dari Kolaka Utara sebelum di antar ke toko toko atau kios dan warung, atas nama Mnsr.

Sementara tindak lanjut AWK mengkonfirmasi ke mnsr selaku Distributor Koltim, ia menjelaskan jika di Koltim kurang lebih satu bulan yang lalu, ada konsumen yang juga komplen terkait hal yang sama, tapi sudah di gantikan kata mnsr saat menemui AWK di warung tersebut dan menyaksikan air kemasan Hajira yang berlumut.

Dengan ada temuan tersebut Sekda LIRA Koltim “Karnito” menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi air kemasan yang merk “Hajira” dan
mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memproses perusahaan yang dengan sengaja menyalurkan barang yang sudah  gagal prosedural. Sebagaimana yang diatur dalam UUD nomor 8 THN 1999 Tentang perlindungan konsumen, UUD 20 THN 2014 tentang standarisasi dan penilaian kesehatan. Serta Permen nmr78/m-ind/per/2016. demi menyelamatkan masyarakat dari segi kesehatan.

Sampai berita ini tayang, belum di ketahui apakah legalitas perusahaan tersebut masih berlaku mulai dari izin operasi, pengawasan BPOM Provinsi dan Kabupaten, sertifikasi Label Halal dari MUI, serta Barcode yang di gunakan dalam kemasan. Dengan mengacu kepada Undang undang sebagai referensinya. 

(Tim) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed