oleh

Siswa Dibebani Biaya Pendidikan Orang Tua Siswa SMK 4 Kendari Pertanyakan

-BERITA-138 views

Kendari- radartenggara.co.id

Orang tua Siswa SMK 4 Kendari pertanyakan biaya pendidikan yang harus di tanggung oleh orang tua siswa, biaya pendidikan tersebut merupakan beban bagi orang tua siswa bagi yang kurang mampu sehingga hal ini di pertanyakan oleh orang tua siswa karena biaya pendidikan ini dibebani pembayaran oleh siswa pada saat pengambilan kartu ulangan.

,”Menurutnya biaya pendidikan yang dibebani setiap siswa di SMK 4 Kendari Rp 450.000, orang tua siswa mempertanyakan kenapa harus siswa yang harus menanggung biaya pendidikan tersebut dengan alasan pembayarannya honor guru sudah ada Dana Bos kenapa mesti Siswa yang harus bayar. honor guru tersebut.

Kepala SMK 4 Kendari Herman Saat di Konfirmasi Di sekolahnya beberapa hari yang lalu membenarkan adanya pungutan biaya pendidikan yang di bebani oleh setiap siswa , dengan alasan untuk bayar Honor Guru yang tidak memiliki SK Gubernur Sultra Karena di SMK 4 Kendari ini sekitar empat ratus lebih siswa dan guru honor ada empat puluh delapan orang itu tidak semuanya masuk di dapodik sekolah, yang di bayar honornya melalui Dana Bos adalah guru honor yang sudah memiliki SK Gubernur, sedangkan sebagian guru honor yang belum memiliki SK Gubernur, dana itulah yang di pakai untuk membayar honornya guru tersebut yang di bebankan pada siswa,” Kata Herman selaku Kepala sekolah SMK 4 Kendari.

,”Lanjut mengatakan bahwa, biaya pendidikan yang dibebani oleh siswa di sekolah ini itu sudah di berlakukan sejak sebelum saya jadi kepala sekolah di SMK 4 Kendari ini, dan saya hanya melanjutkan saja Pak karena saya baru delapan bulan di sini (SMK 4 Kendari), bahkan saya juga telah adakan rapat dengan orang tua siswa terkait biaya pendidikan ini kepada orang tua siswa, lengkap dengan berita acara hasil rapat dengan orang tua siswa pak,”tuturnya.

Ditanya terkait apakah pungutan biaya pendidikan yang dibebani oleh siswa di SMK 4 Kendari ini?, apakah ada instruksi dari Dinas pendidikan Provinsi?, Kepala SMK 4 Kendari menjawab tidak ada pak, karena kalau kita mengacu di Permendiknas Nomor 75 itu tidak di perbolehkan, namun kalau kita mengacu di PP Nomor 8 tahun 2008 tentang pendidikan itu bisa pak ,” Tutur Herman.

,”Namun keterangan Kepala SMK 4 Kendari ini bertentangan dengan keterangan orang tua siswa, kerena menurutnya mulai di berlakukannya biaya pendidikan di SMK 4 Kendari itu bukan Rp 450 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) tapi Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah), bahkan tidak pernah kami di undang rapat namun lagi lagi Kepala SMK 4 Kendari mengatakan sudah dari dulu di terapkan bahkan saya selaku kepala sekolah sudah pernah mengundang orang tua siswa sejak saya menjadi Kepala sekolah di SMK 4 ini, dan sebenarnya saya juga tidak setuju dengan adanya biaya pendidikan yang di biayai oleh Siswa itu sendiri karena saya hanya melanjutkan kebijakan yang di buat oleh kepala sekolah sebelum saya Pak ,”pungkasnya.

,”Untuk di ketahui pungutan biaya pendidikan yang dibebani oleh siswa di SMK 4 Kendari ini dari jumlah siswa 400 (empat ratus lebih) kalau di kalkulasi 400 siswa di kali Rp 450 000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) total biaya dana pendidikan yang di terima pihak sekolah Rp.180 000 000 (seratus delapan puluh juta rupiah) setiap semester untuk membayar sebagian guru honor yang tidak memiliki SK Gubernur, dan kalau melihat dana biaya pendidikan yang di bayar oleh siswa di sekolah tersebut sangat fantastis jumlahnya dan kami duga dana sebesar ini tidak akan habis kalau hanya untuk di pakai untuk bayar honor guru tersebut lantas sisanya di kemanakan sisa dana tersebut itu yang jadi pertanyaan RED.

,”Dengan adanya pungutan dana pendidikan, siswa di SMK 4 Kendari ini, Kabid SMK Dinas pendidikan Prov Sultra, Asikin kepada awak media ini saat di hubungi lewat Ponselnya terkait menanggapi adanya pungutan biaya pendidikan di SMK 4 Kendari, Ponsel yang bersangkutan tidak dapat di hubungi.

Laporan Lias

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed