oleh

Utamakan Kesejahteraan Pekerja Buruh, Pelaksanaan Relokasi Pelabuhan Bongkar Muat Dihentikan

-BERITA, DAERAH-14 views

Kendari- radartenggara

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sepakat mencabut surat keputusan (SK) tentang penataan sandar kapal-kapal dalam wilayah kerja pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara.

Salah satu isi dari Surat edaran KSOP tersebut adalah mengatur tentang upaya relokasi kapal pelabuhan Kendari – Wawonii.

Keputusan pembatalan rencana relokasi disampaikan Kepala KSOP Kendari Rushan Muhammad dalam rapat bersama buruh pelabuhan Kendari yang dihadiri Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra dan pihak Pelindo IV di gedung DPRD Sultra beberapa waktu lalu.

“Sesuai hasil rapat bersama, langkah yang akan kami lakukan adalah menarik surat yang telah diterbitkan sebelumnya dan mengembalikan aktivitas kapal seperti semula,” ungkap Rushan.

Selanjutnya pihak KSOP akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Sultra serta pihak terkait untuk membahas payung hukum dari kebijakan pembatalan surat tersebut, sambil menunggu pembangunan terminal pelabuhan baru yang nantinya berfungsi untuk sarana pelayaran kapal kayu Wawonii.

“Kita mengacu dari Payung hukum untuk mendukung kebijakan pengelolaan dan penataan seluruh pelabuhan di wilayah Kota Kendari agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Sehubungan dengan kesejahteraan pekerja buruh bongkar muat di pelabuhan Kendari maka pemerintah menghentikan relokasi pelabuhan tersebut.

Upaya penataan itu tidak mudah karena kita akan diperhadapkan dua hal yakni ketentuan regulasi yang melarang dan persoalan kepentingan pihak yang menggantungkan hidup di tempat itu yang paling diperhatikan.

Kadis perhubungan menambahkan bahwa, upaya yang perlu dilakukan agar tetap sesuai dengan regulasi adalah menyiapkan tempat baru di sekitar pelabuhan Feri Kendari untuk digunakan sebagai dermaga kapal Wawonii. Dengan begitu, status pelabuhan akan berubah fungsi dari pelabuhan feri menjadi pelabuhan terpadu yang bisa melayani aktivitas di luar penyeberangan feri tersebut dan para buruh tetap berjalan aktivitasnya.

Pemantauan dari penilaian public bahwa, mata pencaharian tempat menggantungkan hidup para buruh pelabuhan perlu di perjuangkan (24/2/2021).

Laporan Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed