oleh

Wagub Pimpin Ratas Progres Penanganan Covid-19 di Koltim

-BERITA, DAERAH-9 views

 Koltim, radartenggara.co.id- Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Dr.H.Lukman Abunawas, S.H., M.Si.,MH, memimpin rapat terbatas (ratas) terkait progres penanganan Covid-19 di Koltim.

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Koltim tersebut dilaksanakan, Rabu (15/9/2021), yang dihadiri oleh Bupati Koltim Hj Andi Merya Nur S.I.P, Dandim 1412 Kolaka, Kapolres Kolaka dan jajaran terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Dr.H.Lukman Abunawas, S.H., M.Si.,MH menyampaikan jika ini merupakan hari ke-4 perjalanannya di beberapa kabupaten dalam acara yang sama. Yang di tekankan kata dia, adalah harus memperketat prokes kesehatan, kedua wajib menggunakan masker keluar rumah, dikantor dan ditempat umum harus menjaga jarak, yang ketiga mencuci tangan itu prokes yang harus dilaksanakan.

“Bagaimanapun juga, selama merebaknya virus Covid-19 ini di Sulawesi Tenggara terhitung mulai Bulan Maret Tahun 2020, bersyukurnya kita di Sulawesi Tenggara adanya pemberlakuan PPKM sehingga angka kematian menurun. Pembatasan perlu, agar nantinya mencegah adanya penyebaran virus Covid-19 yang harus diwaspadai,” sebutnya.

Lanjutnya, bahwa penyebaran virus Covid-19 ini, telah mempengaruhi beberapa aspek, diantaranya aspek kesehatan dan ekonomi karena aktivitas masyarakat jadi dibatasi.

“Tentunya kita harus mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah khususnya jajaran ASN dan komando-komando. Dengan penerapan vaksinasi umum, salah satu upaya pemerintah untuk memberi kesehatan tubuh,” tutupnya.

Bupati Koltim, Hj Andi Merya Nur S.I.P dalam sambutannya, memaparkan jika sejak awal pandemi, Kolaka Timur (Koltim) terus-menerus berupaya mengedukasi penerapan protokol kesehatan, bahkan terkait hal ini telah ada Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 tersebut.

Namun lanjutnya, pihaknya mengakui juga sejak munculnya perbup tersebut, pelaksanaan prokes masih dapat dikatakan cukup rendah di masyarakat. Akan tetapi, saat ini sejak diberlakukannya PPKM level 3 di Koltim yaitu sejak tanggal 25 Juli 2021 melalui Instruksi Mendagri Nomor 26 Tahun 2021, yang diperpanjang beberapa kali sampai sekarang, maka penerapan protokol kesehatan diperketat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Begitupula semakin hari tingkat kesadaran masyarakat sudah mulai membaik sehingga output nya adalah angka kasus harian mulai menurun.

Dalam instruksi tersebut kata bupati, Hj Andi Merya Nur S.I.P salah satu poin lain yang disebutkan adalah meningkatkan jumlah test Covid-19 sebagai salah satu upaya peningkatan 3T yaitu Testing tindakan melakukan tes COVID-19, Tracing penelusuran kontak erat, dan Treatment tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19. Dengan meningkatkan test, akan semakin banyak dan cepat kita menemukan kasus positif, sehingga semakin cepat pula melakukan karantina dan isolasi untuk mengurangi penularan. Akibatnya, jumlah kasus kumulatif bulan Juli dan Agustus 2021, meningkat tajam dibanding beberapa bulan sebelumnya karena salah satu penyebabnya adalah dengan masifnya dilaksanakan pemeriksaan rapid antigen, sebagai diagnostik Covid-19 pengganti PCR di daerah yang tidak memiliki fasilitas alat PCR.

“Dengan ditemukannya banyak kasus positif, selanjutnya dilakukan tatalaksana medis sesuai prosedur, diantaranya untuk kasus positif tanpa gejala dan gejala ringan, diberi pengobatan di puskesmas dan melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan pengawasan dari tenaga kesehatan dibantu oleh tracer dari unsur babinsa dan bhabinkamtibmas. Kolaborasi nakes dan tracer ini juga, meningkatkan cakupan kontak erat saat melakukan pelacakan kontak erat di rumah-rumah. adapun kasus positif dengan gejala sedang dan berat dirujuk ke rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Selanjutnya masih kata bupati, Hj Andi Merya Nur S.I.P dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan dalam menunjang pencegahan dan pengendalian penyakit ini, pemerintah daerah sudah cukup banyak mengadakan alat kesehatan maupun bahan medis habis pakai termasuk alat pelindung diri (APD), serta mendapat bantuan dari satuan tugas Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam hal pemenuhan sarana isolasi, berdasarkan surat dari Satgas Provinsi Nomor 1447/Satgassultrani1/2021 Tanggal 3 Jul1 2021, Pemkab Kolaka Timur (Koltim) menindaklanjuti.

Laporan Karnito

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed